Belajar Bisnis itu MENYENANGKAN (1)

May 21, 2009 at 5:28 am 2 comments

swda“Bosan ah pelajarannyanya, habis banyak hitungan bisnis, buat arus kas, pembukuan, gimana mau tertarik buka usaha kalau ngebayangin hitung-hitungan aja sudah capek…” keluh Josephine, seorang siswi sebuah SMK Negeri di satu propinsi bagian Timur Indonesia.

Opini para siswa-siswi menarik minat Departmen Pendidikan Nasional dan ILO untuk melakukan uji coba terhadap materi pembelajaran dengan menggunakan Modul Mari Belajar Bisnis (Know About Business), sebuah modul yang dikembangkan oleh ILO Turin/Geneva yang menggunakan pendekatan pembelajaran berpusat pada murid.

Hasil temuan pertengahan semester Proyek Uji Coba Modul Mari Belajar Bisnis menunjukkan bahwa mata pelajaran KAB diminati oleh para pelajar dan mereka mengalami saat-saat yang menyenangkan ketika mempelajari tentang dunia bisnis sementara mereka sendiri mulai berpikir serius untuk menjadi pengusaha. Temuan ini juga menunjukkan bahwa para pelajar memiliki persepsi-persepsi yang sangat positif mengenai kewiraswastaan dan dunia bisnis, dan bahwa mereka tidak sepenuhnya tertutup pada gagasan untuk memulai bisnis sendiri. Kebalikannya, sebagian besar pelajar menyatakan bahwa mereka ingin memulai sebuah bisnis seandainya memiliki pengetahuan yang lebih banyak tentang bagaimana memulai sebuah bisnis dan bilamana mereka mengetahui lebih banyak mengenai dunia bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa kaum muda Indonesia pada kenyataannya adalah pengusaha yang potensial dan mereka akan mencoba untuk membuka bisnis sendiri apabila memiliki latar belakang pendidikan yang tepat untuk membuat keputusan yang berdasarkan pengetahuan mengenai apa yang dibutuhkan untuk melakukan hal tersebut.

Dari 49 SMK yang berpartisipasi dalam ToT (pelatihan untuk para pelatih) tersebut, 42 SMK berpartisipasi dalam proyek perdana untuk menguji materinya. BLK telah memilih untuk fokus dalam program “Start Your Business/SYB” karena program KAB berjumlah 130  jam pelajaran yang hanya dapat diterapkan di sejumlah kecil BLK saja. Program SYB dengan 40 jam pelajaran  lebih sesuai dengan target pasar mereka. PPPG diundang untuk berpartisipasi dalam pengawasan dan evaluasi dari pengujian perdana tersebut, dan dalam persiapan bagi peran mereka di masa mendatang sebagai para pelatih guru KAB.  Juga diharapkan bahwa dalam menjalankan peranan mereka di masa mendatang, mereka akan bekerja sama dengan LPMP di tingkat provinsi untuk melatih para guru guna menyampaikan dan melakukan pengawasan atas program KAB.

disalin dari ILO Jkt

Entry filed under: 1. Tags: .

Berbagi Pengalaman Suka Duka TOT KAB di Kupang

2 Comments Add your own

  • 1. Getrudis bria  |  May 31, 2009 at 4:07 pm

    Di sekolah kami para siswa lebih senang belajar dengan adanya bisnis game

    Reply
  • 2. suwadi ap  |  June 1, 2009 at 5:46 am

    business game memang dikemas sedemikian rupa sehingga pembelajaran di kelas menjadi menarik dan hidup sehingga siswa bisa memahami bisnis di lingkungan dengan mudah.

    OK, selamat berkarya !

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


PHOTO GALLERY

More Photos

CALENDER

May 2009
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

PENGUNJUNG

  • 27,290 hits

%d bloggers like this: